Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cordoba dan Jejak Peradaban Islam di Tanah Eropa

 Cordoba dan Jejak Peradaban Islam di Tanah Eropa

Kepoingue.com - Mendengar Cordoba yang terlintas dibenak kita adalah kota yang penuh dengan keindahan serta tidak sepinya pelancong. Kawasan bersejarah dengan dua corak berbeda yakni Eropa dan Islam membuat Cordoba kerap kali menjadi pemberhentian untuk sekedar menyegarkan diri maupun sengaja untuk mempelajari sejarah Cordoba yang luar biasa.

Sejarah Cordoba sebagai jejak peraban Islam di tanah Eropa, merupakan salah satu menjadi bahgian penting dalam perjalanan kejayaan Islam. Terlebih lagi, Cordoba merupakan jantungnya negara Spanyol yang diapit langung oleh Kota Barcelona dan Kota Sevilla.

Dalam sejarah dan khazanah Islam, Corboba dan penyebaran akan syiar Islam di Eropa bisa dibilang merupakan bentuk pembuktian akan kekuasaan Dinasti Umayyah untuk mempertahakan eksistensi kekuasaan Dinasti Islam terbesar. Keindah dan kemakuran Cordoba membuat sejarawan Turki, Zia Pasya melukiskan keindahan istana az-Zahra itu sebagai mukjizat yang belum pernah tergambar dalam benak pembangunan manapun sejak dunia ada. Ditambah Corboba mampu menumukan kepercayaan diri dari segi ekonomi setelah dikuasai oleh Dinasti Umayyah, sehingga sejajar akan kedudukannya dengan Konstantantinopel yang merupakan ibu kota dari Bizantium.

Bahkan banyak dari kalangan sastrawan, mengambarkan Cordoba sebagai kota yang paling modern dikala itu. Perkembangan budaya dan pendidikan, menjadi salah satu dari sekian banyak penunjang kebesaran Islam di negeri Andalusia, dibawah kepemerintahan Abdurrahman Ad-Dakhil atau Abdurrahman I.

Pada masa pemerintahan Abdurrahman Ad-Dakhil atau Abdurrahman I, Cordoba disulap menjadi pusat perkembangan ilmu, pengetahuan, kesenian dan kesusasteraan di seantero benua Eropa. Hinga menjadi salah satu pusat pendidikan Aritmatikan dan Geometri di Eropa pada kala itu, pelajar yang paling dikenali hingga saat ini adalah Gerbert d’Aurillac (945-1003) yakan dikemudian hari menjadi Paus Sylvester II.

Penaklukan Corboba terbilang sangat diperhitungkan, terlebih penyerangan oleh pasukan Islam yang di komandoi oleh Mugith Ar- Rumi dengan pasukan berkudanya berhasil yang berhasil mendobrak tembok pembatas kota Cordoba, pada malam hari. Philip K Hitti dalam bukunya History of The Arabs menuliskan, bahwa ekspansi pasukan Muslim ke Semenanjung Iberia merupakan serangan terakhir dan paling dramatis dari seluruh operasi militer penting yang dijalankan oleh orang-orang Arab.

Dalam buku History of The Arabs juga menjalaskan, bawha pembukaan jalur dan ekspansi ke  Eropa berawal pada 711 semasa kepemimpinan Dinasti Umayyah. Seorang sahabat Rasul, Thariq bin Ziyad, yang memimpin pasukan Muslim  dan berhasil membuka Eropa. Dia diutus ke sana oleh Musa Bin Nushair, seorang gubernur Afrika Utara dengan tujuan utama penyebaran syiar-sriar agama Islam di Benua Eropa.

Selama penaklukan Eropa, Thariq bin Ziyad beserta 7000 pasukannya hampir tidak menemui kendala yang membuat banyak kehilangan pasukan, bahkan sebagian kota-kota di Eropa menyerahkan kekuasan kota dengan damai tanpa ada halangan sama sekali, sehingga mampu menaklukan setegah bagian wilayah Eropa pada akhir musim panas.

Setelah penaklukan ini pula, Kota Cordoba menjadi saksi sejarah bagaimana Ilmu Pengetahuan dan Agama bisa selaras dan dinamis tanpa ada perbedaan. Dahulu Corboba sebelum jatuh ketangan penguasa dari Dinasti Amiryah, kota ini memiliki salah satu perpustakaan terbesar pada zamannya dimana mampu menampung berbagai manuskrip dan berbagai buku dari penjuru dunia.

Beberapa jejak budaya dan bangunan bercirikan khas Islam masih bisa dilihat seperti Mesjid Agung Cordoba, Universitas Cordoba dan Al- Madinah az-Zahra yang dibangun  oleh Khalifah Abdurrahman I dan Khalifah al-Hakam II selama berkuasa.

Namun, setelah jatuhnya Corboba ketangan pemguasa setempat maka berakhir pula kejayaan Islam di kota ini, berbagai peninggalan beserta bukti seperti perpustakaan-pustakaan Islam dibakar berbagai tindakan lain yang lebih kelam. Walaupun demikian, Cordoba tetap menyimpan sejarah serta jejak perjuangan Islam di tanah Eropa.