Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analisis Unsur Struktural Dalam Novel Rentang Kisah Karya Gita Savitri

Novel Rentang Kisah Karya Gita Savitri

Kepoingue.com - Abstrak: Novel adalah salah satu karya sastra yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat. Kehidupan bermasyarakat memiliki keterkaitan erat dengan unsur-unsur yang ada.. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur struktural melalui telaah dalam Novel Rentang Kisah karya Gitasav. Dipilih menjadi penelitian karena cerita yang disajikan begitu menarik dan mendapatkan perhatian oleh anak milineal. Penelitian ini berbentuk deskripsi kualitatif. Data yang dianalisis berupa kutipan kalimat yang terdapat dalam novel Rentang Kisah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur yang terdapat dalam novel Rentang Kisah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat kalimat-kalimat yang terdapat di dalam novel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya unsur-unsur struktural yang terkandung dalam novel Rentang Kisah meliputi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Kata kunci: novel, unsur intrinsik, unsur ekstrinsik.

PENDAHULUAN

Novel adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa. Kisah di dalam novel merupakan hasil karya imajinasi yang membahas tentang permasalahan kehidupan seseorang atau berbagai tokoh. Cerita di dalam novel dimulai dengan muncunya persoalan yang dialamai oleh tokoh dan diakhiri dengan penyelesaian masalahnya.

Novel Rentang Kisah karya Gitasav menceritakan dirinya sendiri dalam menjalani kehidupan. Di novel ini Gitasav mengkisahkan kehidupanya yang dikekang oleh orang tua nya sampai sekarang menjadi blogger, youtuber, dan influencer yang sukses. Ketika SMA Gita bukanlah seorang pelajar yang rajin, walaupun bersekolah di SMA unggulan yang kebanyakkan siswanya pintar-pintar,tetapi Gita tidak sama sekali termotivasi untuk belajar.

Setelah kelas 3 SMA, Gita merasa bahwa masa itu adalah masa bocah, tibatiba dipaksa untuk serius memikirkan masa depannya. Tetapi mindset pemalas belum lepas dari kehidupan Gita. Bahkan ketika teman-temannya menentukan jurusan dan universitas apa untuk melanjutkan study-nya, Gita sangatlah panik. Dan pada akhirnya Gita baru menyadari bahwa dia sangat suka menggambar. Setelah menyadari passion-nya baru lah dia memantapkan niat untuk kuliah seni rupa diITB.

Tak berselang lama, Gita dinyatakan lulus setelah mengikuti Ujian Saringan masuk ITB. Gita langsung memberi tahu Ibunya. Bukannya memberikan selamat, melainkan Ibunya memberi opsi untuk Gita. Akhirnya Gita memilih Jerman untuk melanjutkan pendidikannya, dan say good bye ITB.

PEMBAHASAN

Unsur struktural ialah unsur-unsur yang berasal disuatu karya sastra. Unsur ini terbagi menjadi dua, yaitu; unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsurs intrinsik  ialah unsur-unsur yang berada dalam karya sastra itu sendiri, sedangkan unsur ekstrinsik ialah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra itu sendiri.

A. Unsur Intrinsik

1. Tema

Tema adalah masalah inti yang merupakan dasar untuk sebuah cerita. Oleh karena itu, dalam rangka untuk mendapatkan tema dalam cerita, pembaca harus membaca cerita untuk menyelesaikan. Tema yang terdapat dalam novel ini ialah “Perjalanan Hidup”. Karena dalam novel tersebut menceritakan perjalanan hidup sang pengarang. Gitasav dari kecil hingga duduk di bangku kuliah.

2. Alur
Alur ialah runtutan kejadian cerita dari awal sampai akhir. Alur terbagi menjadi tiga, yaitu; alur maju, alur mundur, dan alur maju mundur. Alur yang terdapat dalam novel ini ialah alur maju mundur atau campuran. Karena penulis menceritakan kehidupannya masa kecil sampai duduk di bangku kuliah. Dimana dalam hal ini, penulis menceritakan ketika ia duduk di bangku kuliah dan seakah-akan membandingkan ketika ia duduk di bangku SMA.

3. Latar

Latar ialah informasi tentang waktu, suasana, serta lokasi di mana

kejadian itu terjadi. Latar yang terdapat dalam novel ini, yaitu;

a. Latar Waktu

- Bulan Ramadhan, seperti kutipan di bawah ini; “Saat itu bulan ramadhan. Aku merasakan badanku jadi gampang lemas”.

- Minggu Malam, 14 Juni 2009, seperti kutipan di bawah ini; “Minggu Malam, 14 Juni 2009. Aku nggak bisa tidur, jantung ini deg-degan”.

- 31 Oktober 2010, seperti kutipan di bawah ini;  “31 Oktober 2010, untuk pertama kali aku menginjakkan kaki ini di negara yang sudah kubayangkan setahun yang lalu.”

- Jum'at, 13 Febuari 2015 “Aku melihat Paulus sudah terlalu siap untuk menjadi seorang muslim”

- Sabtu siang, 14 Febuari “Di masjid Palestina, terlihat banyak jemaah pria dan wanita yang datang mendengarkan ceramah.”

b. Latar Tempat

- Rumah, seperti kutipan di bawah ini;“Mi, biso ke rumah, dak? Di lehernya Gita ado benjolan besak. Tolong diparikso pecak” jelas Ibu dalam bahasa Palembang. Tidak lama setelah itu,tanten datang ke rumahku”

- Rumah Sakit Cipto Mungkusumo, seperti Kutipan di bawah ini; “Seperti yang direncakan, keesokkan harinya aku dan Ibu ke Rumah Sakit Cipto Mungkusumo, tempat tanteku bekerja”

- Kolam renang stadion Senayan, seperti kutipan di bawah ini; “Sabtu itu, seperti Sabtu sebelumnya, aku ada latihan renang di kolam renang Stadion Senayan, menyusuri kolam sepanjang 25 meter dengan gayabebas”

- Jalan Asia-Afrika, seperti kutipan di bawah ini; “Akhirnya aku bisa jalan-jalan ke daerah-daerah gaul yang biasa didatangi anak Jakarta, dan bisa  menikmati jalan Asia-Afrika yang ternyata indah kalau sudah malam”

- Berlin, seperti kutipan di bawah ini; “Jalanan Berlin nggak seramai Jakarta” - Studienkolleg, seperti kutipan di bawah ini; “Di studienkolleg sebenarnya hanya mengulang pelajaran yang sudah pernah dipelajari di SMA” - Masjid Palestina, seperti kutipan di bawah ini; “Sabtu siang, 14 Febuari di Masjid Palestina, terlihat banyak jemaah pria dan wanita yang datang mendengarkan suatu ceramah”

c. Latar Suasana

- Membingungkn, seperti kutipan di bawah ini; “Tapi di tiga tahun itu juga, aku merasa hubungan kami nggak akan berujung kemana-mana. Beberapa temanku sebenarnya udah mengingatkan hubungan kita dari awal, beda agam itu ujungnya akan pahit”

- Sedih, seperti kutipan di bawah ini; - “Sedihnya luar biasa karena apa yang telah kami jalani selama ini nggak ada gunanya”

- Menegangkan, seperti kutipan di bawah ini; “Jantungku deg-degan, sudah kayak roller-coaster ketika mendengar langkah kakinya menuju kamarku”

- Menyenangkan, seperti kutipan di bawah ini; “Perjuangan nggak sia-sia. Rasanya seneng bukanmain, ini adalah pembuktian kepada diri sendiri”

- Mengecewakan , seperti Kutipan di bawah ini; “Mendengar ini aku langsung bete. Aku yang lulus SMA umur 17 tahun berarti nggak boleh langsung terbang ke Jerman untuk melanjutkan pendidikan”

- Mengharukan, seperti kutipan di bawah ini ; “Aku terbawa suasana. Menatap Paulus dan ustadzberdiri di depanku dengan hape di tangan kanan yang mengambil detik demi detik momen indah ini.Tanpa sadar air mata sudah mengakui di pipiku”

4. Tokoh dan Penokohan

Tokoh ialah pemeran dalam suatu karya sastra tersebut. Dalam novel ini tokoh utamanya ialah Gitasav, yang merupakan pengarang novel ini. Selain itu terdapat, Ibu, om, dan Tante Gitasav, temanbya yang bernama Cumi serta Paulus yang pada akhirnya menjadi pendamping hidupnya. Dalam novel ini Gita memiliki sikap tempramen, Hoang marah, gigih, bijak, mengendalikan akal dan logika, dan introvert. Seperti kutipan di bawah ini;

“Aku gampang naik darah karnat hal-hal sepele”
“Aku adalah tipe orang yang mengandalkan akal dan logika”
“Gue harus selalu muter otak gimana caranya gue bisa dapet duit.

Entah itu kerja di pabrik, di kafe, atau kayak sekarang nih, gue jadi menjadikan YouTube sebagi source income” Sedangkan Ibu dan Ayah Gita adalah penganut Islam yang kuat serta sayang kepada anak. Seperti kutipan di bawah ini;

“Keluargaku adalah penganut Islam yang kuat. Dari dulu aku udah diwanti-wanti oleh ibuku supaya berhati-hati dalam memilih pasangan” 

“Ibu bilang, dia lebih rela capek fisik ketimbang memperkejakan laki-laki asing untuk mengantarakan anaknya kemana-mana. Waktunya, energinya, pikirannya, dan seluruh hidupnya didedikasikan untuk aku dan adikku” Di sisi lain, Paulus, ialah sosok yang pendiam, sabar, lemah lembut,dan taat beragama. Seperi kutipan di bawah ini;

“Selama ini aku melihat bagaimana sabarnya dia, bagaiman lembut hati dan tutur katanya”

5. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah bagaimana penulis menempatkan dirinya dalam cerita, atau dengan kata lain dari titik di mana penulis melihat cerita. Sudut pandang terbagi menjadi dua; sudut pandang orang pertama, dan sudut pandang orang ketiga. Dalam novel ini, penulis menempatkan dirinya sebagai sudut pandang orang pertama. Karena dalam cerita ini penulis menggunakan “aku” yang menceritakan tentang perjalanan hidup dirinya sendiri.

B. Unsur Ekstrinsik

1. Biografi

Gita Savitri Devi lahir di Palembang, 27 Juli 1992. Ia dikenal sebagai seorang influencer, YouTuber, content creator, dan blogger. Awalnya Gita membuat akun tersebut digunakan untuk mengisi waktunya setelah lulus SMA dengan mengcover lagu-lagu dari musisi ternama pada tahun 2009. Setelah lulus SMA Gita sempat mengambil gap year karena usianya dianggap belum cukup untuk berkuliah di Jerman. Di tahun 2017, Gita menerbitkan novel berjudul Rentang Kasih dan merilis lagu dengan judul Seandainya. Lagu ini merupakan proyek kolaborasinya bersama sang suami yang dulu masih menjadi kekasihnya, Paul Partohap. Dua karyanya. tersebut memiliki tema yang sama yaitu tentang percintaan dan diangkat sebagai film layar lebar serta soundtrack film. Gita sendiri menempuh pendidikan di Freie Univerisity, Jerman, pada tahun 2010. Ia mengambil jurusan Kimia Murni.

2. Nilai Moral

Kesadaran Gita akan keyakinan seseorang pun timbul. Kali ini, Gita memiliki sikap peduli akan Paulus. Gita mencoba memperkenalkan Paulus dengan agamanya namun dengan niat untuk membantu Paulus menjemput hidayahnya, bukan karna paksaan dari Gita. Seperi kutipan di bawah ini

3. Nilai Agama

Nilai pendidikan agama dalam novel Rentang Kisah sangat dominan. Nilai pendidikan agama dapat terlihat dari perilaku tokoh Gita. Jelas tergambar bahwa Gita merasa dirinya sangat dekat dengan Sang Pencipta. Awalnya Gita memang menginginkan Paulus untuk berpindah agama, mengikutinya memeluk agama Islam. Namun, seiring berjalannya waktu, Gita sadar bahwa tidak ada yang bisa membolak balikkan hati kecuali Allah.

SIMPULAN

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan pada novel Rentang Kisah karya Gita Savitri Devi, didapatkan kesimpulan bahwa, aspek-aspek terdapat dalam noverl tersebut bak secara tesirat maupun tesurat. Pada analisis yang dilakukan dalam novel, ditemukan nilai-nilai pendidikan yang dominan yakni nilai agama, dan moral. Mulai dari mana Gita memahami agamanya sendiri, bagaimana lingkungan sosial di Jerman, dan bagaimana dirinya menghadapi berbagai orang  Jerman yang berbeda dengan dirinya. Tinggal di negara orang membuat kepribadian Gita berubah.

DAFTAR PUSTAKA

Savitri, Gita. 2017. Rentang Kisah. Jakarta: Gagas Media
Aryani. 2021. Dongeng. Tangerang Selatan: Universitas Pamulang.
Yuliana Gani. "Analisis Sosiologi Sastra Terhadap Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata". Jurnal.
Dhita Murdaya. 2018. “Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Dalam Novel
Tentang Kisah karya Gita Savitri”. Dokumen.

Siti Fitriati. ”Nilai-Nilai Pendidikan Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata.Jurnal Pesona. Vol 1. No. 2. 2015.
https://www.kompasiana.com/amp/triana86847/5e31a0b2d541df120116a163/resensi-novel-rentang-kisah


Penulis: Sukma (Sastra Indonesia, Universitas Pamulang)
E-mail: sukmakirana16@gmail.com