Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Risma Berpeluang Besar Gantikan Anies Baswedan

Risma Berpeluang Besar Gantikan Anies Baswedan

Kepoingue.com - Nama Tri Rismaharini atau Mensos Risma digadang-gadang oleh peneliti sebagai kandidat terkuat mengantikan Anies Baswedan dalam mengelola DKI Jakarta. Menurut survei Risma hanya selisih 2 persen jika pemilukada di Tahun 2024. 

Isu Mensos Risma dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun 2024, senter terdengar dan semakin menguat ketika dirinya melakukan blusukan di sejumlah lokasi di Ibu Kota Jakarta setelah menjabat sebagai Menteri Sosial. Jabatan barunya setelah memimpin Kota Surabaya selama dua periode, dan ketertarikan Presiden Jokowi akan etos kerja bu Risma semasa menjadi Walikota Surabaya.

Setidaknya, nama sosok wanita dan sosok ibu kelahiran Kediri, 20 November 1961 ini masuk survei bursa Pilkada DKI Jakarta. Berdasarkan survei dan kajian yang dilakukan oleh Nusantara Strategic Network (NSN) pada 20-27 Februari 2021 lalu, bu Risma berada pada posisi paling atas sebagai sosok yang berpeluang dan siap menjadi calon gubernur DKI Jakarta untuk mengantikan Anies Baswedan.

Risma mengungguli Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dengan selisih elektabilitas sebesar 2,2% . Berdasarkan survei NSN yang dilakukan secara tatap muka kepada 400 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta itu, menyimpulkan segala sesuatu didalam konprensi pers yang dilakukan oleh NSN. Nama kandidat lain seperti Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jakarta, juga diikut sertakan namun tetap saja silisih cukup signifikan dalam survei kalo ini. 

Elektabilitas Mensos Risma dalam survei tersebut, sebesar 34,0 %, sedangkan Anies Baswedan di posisi kedua dengan 31,8 %. Sementara itu, elektabilitas Risma di survei Lembaga Median baru-baru ini dipublikasikan  oleh team adalah sebesar 36 %. Lalu, bagaimana peluang Risma untuk mengeser Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta mendatang?

“Risma saya kira memiliki peluang besar karena ia memiliki panggung jabatan publik sebagai Mensos. Selain itu, juga berasal dari partai besar PDI Perjuangan,” ujar Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Kunto Adi Wibowo, menilai survei Lembaga Median baru-baru ini yang menyebut elektabilitas Risma sebesar 36 % masih perlu dibuktikan lagi. “Karena Risma kan posisinya Menteri Sosial, dan kita tidak tahu sejauhmana warga Jakarta sangat pingin punya gubernur seperti Risma,” tutur Kunto.

Karena, lanjut dia, permasalahan yang dihadapi Kota Surabaya dengan di DKI Jakarta jauh berbeda. “Tapi paling tidak Risma sudah punya modal yang memadai untuk bertarung di Pilkada DKI nanti 2024,” tuturnya

Walaupun demikian, Polemik Pilkada serentak baru saja usai dimana lebih dari setengah fraksi memilih untuk melaksanakan UU Pilkada dan akan digelar pada 2024. Pemerintah dan mayoritas fraksi di DPR tetap menginginkan Pilkada DKI digelar pada tahun 2014 seusai dengan perundang-undangan. Sementara dua fraksi, PKS dan Demokrat menginginkan dilaksanakan pada 2022. Sementara masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta berakhir pada 2022, setidaknya Anies Baswedan akan berpuasa 2 tahun dalam menarik opini dan elektabilitasnya.