Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nasib Partai Demokrat Kian Suram, AHY Diminta Mundur

Nasib Partai Demokrat Kian Suram, AHY Diminta Mundur

Kepoingue.com - Semenjak isu kudeta yang dikemundang oleh Agus Harimurti Yudhono (AHY) dan menuduh Presiden Jokowi terlibat dalamnya, membuat nasib demokrat kian uring-uringan. Terlebih isu kudeta bergulir jauh sehingga semakin jauh, sampai pada pemecatan beberapa anggota dan kader senior Partai Demokrat (PD).

Kisruh Partai Demokrat menyangkut politik di tahun 2024, membuat banyak pemecatan kader secara tidak hormat oleh Partai Demokrat seperti Jhoni Allen dan kawan-kawannya. Terlebih Demokrat sudah jauh sekali memainkan politik dinasti dengan mengusung AHY sebagai Ketua Umum (Ketum) Demokrat. 

Sementara itu Mantan Sekjen Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie akan melaporkan lima kader PD ke Bareskrim Polri, setelah diberhentikan sebagai anggota partai. Kelima kader tersebut akan dilaporkan lantaran diduga memfitnah dan mencemarkan nama baik.

"Ya (akan laporan ke Bareskrim), tanya saja (detilnya) ke pengacara," kata Marzuki 

Selain itu, kuasa hukum Marzuki, Rusdiansyah, menyebut rencana pelaporan terkait pencemaran nama baik akan dilakukan pagi ini. Namun Marzuki belum memastikan apakah kliennya bisa hadir atau tidak saat mengunjungi Bareskrim Polri.

"Insyaallah, insyaallah (akan ke Bareskrim). Nah itu belum disepakati, kemungkinan beliau mau ikut atau gimana kan, lihat lagi kesibukan beliau. Kalau beliau nggak ada halangan, ya ikut. Rencana jam 10.30 WIB. Mudah-mudahan nggak macet," kata Rusdiansyah. 

Setidaknya ada tiga hal yang akan menjadi faktor utama. faktor utama dan menjadi ujung tombak dalam laporan seperti tuduhan terhadap Marzuki Alie dan kader-kader yang dipecat oleh demokrat terkait fitnah dan pencemaran nama baik. 

"Yang kita laporkan itu soal beberapa hal ya, pertama tuduhan terhadap klien saya bahwa klien saya salah satu yang ikut terlibat dalam upaya kudeta Partai Demokrat. Yang kedua, klien saya dituduh sebagai pengkhianat Partai Demokrat, padahal di SK pemecatannya tidak ada itu sebagai pengkhianat," ucapnya.

"Yang kita laporkan itu soal beberapa hal ya, pertama tuduhan terhadap klien saya bahwa klien saya salah satu yang ikut terlibat dalam upaya kudeta Partai Demokrat. Yang kedua, klien saya dituduh sebagai pengkhianat Partai Demokrat, padahal di SK pemecatannya tidak ada itu sebagai pengkhianat," ucapnya.

"Klien saya juga dikatakan dipecat dengan tidak hormat, padahal dalam surat keputusannya tidak ada itu. Yang ada hanya diberhentikan tetap sebagai anggota Partai Demokrat. Jadi tiga hal yang membuat Pak Marzuki memilih mengambil upaya hukum untuk buktikan apa yang dituduhkan kepada beliau fitnah dan upaya pencemaran nama baik kepada diri beliau," lanjutnya.

Dilain pihak beberapa desakan untuk KLB Demokrat sudah mulai didengungkan, terkait persiapan KLB sudah mencapai 80 persen dan akan digelar di luar pulau jawa dengan agenda utama menghentikan atau menurunkan AHY menjadi ketum Partai Demokrat