Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ambisi Melawan Kematian

Ambisi Melawan Kematian

Kepoingue.com - Majunya teknologi abad ke 21 membuat manusia berlomba-lomba membangun berbagai proyek, namun proyek kesehatan merupakan yang paling penting penunjang kehidupan saat ini. Bahwa, tidak sedikit perusahaan berlomba-lomba membangun fasilitas kesehatan, dengan ambisi melawan kematian. 

Sepanjang sejarah keagamaan, baik itu hindu, budha, kristen, yahudi ataupun Islam tidak ada yang menafsirkan bahwa kehidupan adalah kekekalan. Dimana bahwa setiap agama percaya bahwa ada massa dimana kehidupan kembali kepada sang pencipta (kematian), namun sayangnya tidak sedikit perusahaan silicon veley percaya bahwa manusia bisa hidup kekal (Abadi). 

Kerena itu, beberapa ilmuan berpikir bisa mengalahkan takdir manusia yang sudah digaris bawahi seperti kematian. Namun, tidak sedikit pula ilmuan baik dibidang sain, teknologi, dan kesehatan mengutuk keras atas pemikiran tersebut, dengan beberapa pertimbangan bahwa tidak ada kekelan didunia yang kita tinggali. Kekekalan hanya ada dalam mitos (dongen) dimana hanya mengajarkan atau hanya sekedar untuk mengantarkan anak-anak agar pulas tidurnya. 

Tentunya dalam proyek ini tidak banyak orang yang bisa, ataupun mereka menolak pemikiran tersebut. Namun dalam beberapa dekade kebelakang ada sosok ilmuan yang penomenal dan terang-terangan mekemukakan buah pikirnya di ruang publik, nama-nama seperti Ray Kurzweil adalah satu-satunya yang dapat terlacak. Ray Kurzweil adalah sosok yang menerima (peraih) nobel US National Medal of Technology. 

Pada tahun 2012 lalu, Ray Kurzweil dipercaya Google untuk menjadi kepala penelitian tersebut dan mengontrol semua penelitian. Perusahan bernama Calico yang dipimpin oleh Ray Kurzweil merupakan ambisi yang tidak tahu kapan bisa mengatasi kematian, namun sejauh ini tidak ada ilmuan yang bisa melawan kematian walaupun hanya satu bulan ataupun satu tahun kepada manusia. Beberapa metode, biasanya digunakan oleh ilmuan seperti memindahkan organ tubuh seperti jantung dan lainnya hanya sekedar merombak belaka, bukan murni melawan kematian tersebut. 

Bill Maris merupakan orang yang berkuasa penuh dalam mengelola semua keuangan yang dibutuhkan oleh Calico, dimana Google Venture menjadi kendaraan bagi investor untuk menjadi bagian proyek melawan kematian. Setidaknya Calico telah mendapatkan suntikan dana sebesar 2 Miliar USD dalam proyek ini, akan tetapi belum mendapatkan ataupun prosfek yang baik dalam melawan kematian. 

Beberapa pesohor dan pemilik perusahaan sekelas Silicon Valley seperti pendiri paypal, Pater Thiel memilih untuk mencoba melawan kematian dengan mengatakan bahwa ia ingin hidup selamanya.  ‘ saya pikir ada tiga pendekatan utama dakam hal kematian, anda bisa menerima atau mengingkari, atau melawannya. Saya pikir, yang dominan dalam masyarakat kita adalah orang yang mengingkari atau menerima, dan saya memilih untuk melawannya’. 

Setidaknya, sebagian ahli berpendapat bahwa manusia akan mengatasi kematian secara sempurna di tahun 2200 yang akan mendatang. Namun Ray Kurzweil dan De Grey bahkan memberikan pendapat bahwa manusia akan bisa melawan kematian di tahun 2050, dimana salah satu syaratnya adalah memiliki tubuh yang sehat dan kesehatan finansial, agar bisa mendapatkan hal itu tentunya akan butuh waktu lama. 

Walaupun demikian, jika mengacu pada pernyatan Ray Kurzweil dan De Grey ambisi tersebut hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki kesehatan finansial. Sedangkan jika mengacu pada kekayaan dan sehat financial seperi Jeff Bezos pendiri Amazon, harta kekayaannya bisa menghidupi setidaknya lebih belasan negara dalam satu tahun secara serempak. Tentunya, ambisi melawan kematian hanya sekedar ambisi saja, tidak benar-benar terjadi ataupun terbukti dalam proyek ini.

Penulis: Aan Sugita