Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Juta Vaksin Covid-19 tiba, Percepat Program Vaksinisasi Masal Presiden Jokowi

10 Juta Vaksin Covid-19 tiba, Percepat Program Vaksinisasi Masal Presiden Jokowi

Kepoingue.com - Sebanyak sepuluh juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 kembali tiba di Indonesia Bahan baku vaksin ini didatangkan dari perusahaan Sinovac tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa siang (2/3) sekira pukul 12.05 WIB, melalui penjemputan secara khusus oleh maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA89, untuk mengangkut 10 Juta dosis ke Indonesia

Menurut pernyataan Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono "Alhamdulillah hari ini kita kedatangan 10 juta 'bulk vaccine'. Bulk vaccine_ini merupakan materi dasar vaksin yang nanti akan dibuat Bio Farma menjadi vaksin yang siap pakai," ujarnya.

Kedatangan 10 juta dosis bahan vaksin Covid-19 ini merupakan kedatangan kelima kalinya setelah pada kedatangan sebelumnya, Pemerintah juga telah mendatangkan baik vaksin siap pakai maupun bahan baku vaksin. Pada kedatangan pertama dan kedua, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mendatangkan sebanyak 1,2 juta dan 1,8 juta dosis vaksin siap pakai. Adapun untuk kedatangan ketiga dan keempat masing-masing sebanyak 15 juta dan 10 juta dosis bahan baku vaksin telah didatangkan ke Indonesia.

Dengan demikian, pemerintah telah mendatangkan 38 juta dosis vaksin yang berasal dari perusahaan Sinovac, dan banyak digunakan oleh banyak negara untuk memerangi pandemi Covid-19. Vaksin-vaksin tersebut akan digunakan untuk mendukung program pemerintah dalam memerangi Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi negara melalui vaksinasi massal secara gratis yang menargetkan 181,5 juta masyarakat Indonesia.

"Bertahap nanti kemudian akan datang 185 juta vaksin yang berasal dari Sinovac," imbuhnya.

Bahan baku tersebut, sebagaimana bahan baku pada kedatangan ketiga dan keempat, selanjutnya akan diolah dan diproduksi lebih jauh oleh BUMN farmasi PT Bio Farma yang telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Covid-19 produksi Sinovac tersebut sebelumnya juga telah menerima izin penggunaan darurat dari BPOM. Vaksin ini juga telah memperoleh fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta beberapa lembaga yang dikhususkan untuk melihat perkembangan vaksin sinovac.

Untuk diketahui, Dante melanjutkan, selain mengadakan vaksin Covid-19 yang berasal dari Sinovac, Pemerintah Presiden Joko Widodo, juga telah memperoleh komitmen pengadaan vaksin dari sejumlah perusahaan farmasi lainnya, yakni AstraZeneca dari Inggris, Pfizer-BioNTech dari Jerman dan Amerika, serta Novavax dari Amerika yang kesemuanya akan digunakan dalam program vaksinasi pemerintah untuk masyarakat.

"Kesemua vaksin tersebut akan memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh masyarakat Indonesia," lanjutnya

Dengan datangnya kembali vaksin Sinovac, Pemerintah berharap masyarakat akan segera melewati masa-masa sulam oleh pandemi Covid-19. Selain itu, pemulihan sektor ekonomi dan pendidikan semakin dikebut pemerintah sebagai upaya penunjang mempercepat keadaan seperti sekarang. Dalam sektor lain, seperti pembangunan, industri, UKM, dan sektor bisnis lainnya juga dikebut pemerintah dalam segala upaya oleh Presiden Joko Widodo.


Penulis: Ilham Purnama Aji