Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polri Akan Periksa Keterlibatan Munarman Dengan ISIS

Munarman diperiksa terkait ISIS

Kepoingue.comKaropenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan dalam konprensipers Polri, bahwa akan memeriksa Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman,  terkait keterlibatannya dengan kelompok teroris Islamic State Iraq and Syria (ISIS/ISIL) dalam waktu dekat.

Nama Munarman terlibat dalam kesaksian yang diberikan oleh tersangka teroris Ahmad Aulia yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror. Peran yang dilakukan Munarman dalam pembaiatan tersebut menjadi benalu bagi dirinya sendiri, pasalnya Polri sudah mulai menyelidiki keterlibatannya tersebut untuk mengetahui motif maupun perannya.

“Yang jelas siapapun terlibat terhadap suatu tindak pidana pasti akan dimintakan pertanggungjawaban hukumnya,siapapun dia,” kata Brigjen Pol Rusdi Hartono.

Sebelumnya, Ahmad Aulia mengaku dirinya dan beberapa orang lainnya dibaiat di markas FPI di Jalan Sungai Limboto, Makassar yang dihadiri oleh petinggi-petinggi FPI termasuk Munarman, sehingga sangat wajar apabila Polri menanyakan tujuan dan juga motif Munarman. Jika dilihat dari berbagai sudut serta jejak digital Munarman, bahwa tidak menutup kemungkinan ia terlibat apalagi ia merupakan seorang yang sangat pro terhadap sistem kekhalifahan atau negara berbasiskan khilafah.

Seperti yang diungkapkan oleh Ahmad Aulia dalam video yang beredar di jagat dunia maya"Saya berbaiat kepada Daulatul Islam yang memimpin Daulatul Islam Abu Bakar Al Baghdadi. Saat deklarasi FPI, mendukung Daulatul Islam pada Januari 2015 saya berbaiat pada saat itu bersama dengan 100 orang simpatisan dan Laskar FPI’.

Tentunya, jika mengacu dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana kesaksian Ahmad Aulia merupakan barang bukti yang sangat kuat. Hal tersebut tercantum dalam Pasal 183 dan Pasal 184 KUHP. Sedangkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Tindak Pidana Terorisme, keterlibatan Munarman setidaknya akan menerima ganjaran sanksi penjara sekurang-kurangnya 5 tahun penjara.

Selain tersangka Ahmad Aulia, nama Munarman juga diseret oleh terdakwa Ade Supriadi. Keterangan tersebut tercantum dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara tahun 2019, pada halaman 6, 18, 57 dan 70 yang bersumber dari keterangan Terdakwa Ade Supriadi, selaku terdakwa Teroris.

Sebagai wujud Polri hadir demi keamanan masyarakat dari pelaku tindak pidana terorisme, maka Polri mengambil kesimpulan segera memanggil Munarman untuk memberikan kesaksian atas keterlibatanya beberapa waktu lalu.

Penulis: Wando