Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Jualan COD di Facebook Marketplace Indonesia, Gampangan Banget Loh

Cara Jualan COD di Facebook Marketplace Indonesia, Gampangan Banget Loh

Kepoingue.com - Dua tahun kebelakang tepatnya pada 2019 Facebook Marketplace menjadi opsi atau pilihan untuk berjualan online. Walaupun tidak setenar situs jual beli online seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, ataupun Bukalapak, Facebook Marketplace patut dipertimbangkan apalagi transparansi antara toko online dengan pembeli. Apalagi Facebook Marketplace mengedepankan fitur Cash On Delivery (COD).

Dengan menambahkan kategori buy and Sell di dalam aplikasi Facebook, Facebook berupaya mendekatkan komunitas Facebook dengan toko online yang dikelola langsung oleh komunitas Facebook. Namun, masalah transaksi penjualan dan pembelian secara online Facebook sudah lebih dahulu menerapkannya dengan sistem B2B yang langsung kepada Supplier produk tersebut, Jangkauan sistem B2B Facebook bukan hanya terbatas pada negara namun sudah mencapai hampir seluruh dunia baik secara personal maupun group Facebook.

Beberapa cerita sukses berjualan online menggunakan platform Facebook sudah banyak ditemukan dan hampir semua negara memiliki cerita. Salah satu yang menarik perhatian penulis adalah penjualan Helm Custom pria asal Indonesia bisa memasuki pasar Amerika dan Eropa dengan menggunakan Facebook.

Bagaimana Berjualan di Facebook Marketplace?

1. Gunakan Akun Facebook yang sudah memiliki fitur Marketplace atau fitur jual beli. Biasanya, ciri-ciri akun Facebook memiliki fitur tersebut telah berumur satu bulan dan memiliki setidaknya satu postingan pada akunnya.

2. Memiliki akun dipihak ketiga seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, atau Bukalapak sebagai platform penghubung antara penjual dengan pihak kurir JNE, JNT, Sicepat, Ninja, dan Pos Indonesia.

3. Jika tidak memiliki platform pihak ketiga seperti poin kedua, bisa menggunakan alternatif COD seperti Tokotalk atau bekerjasama secara langsung dengan pihak kurir tersebut, sejauh pengalaman penulis menggunakan Facebook Marketplace untuk berjualan kurir yang paling bisa bekerja sama seperti JNE, JNT, Sicepat, dan Ninja. Namun, perlu diperhatikan oleh pembaca kerjasama antara Toko Online untuk sistem pembayaran COD, uang yang didapatkan tidak langsung diterima oleh penjual melainkan ditahan oleh pihak kurir sesuai kesepakatan yang ditandatangani kedua pihak.

4. Atau bisa menggunakan aplikasi Cladeo untuk sistem penjualan online secara COD, namun pihak kurir yang digunakan saat tulisan ini dipublikasikan oleh Kepoingue.com adalah kurir Sicepat. Walaupun demikian, kekurangan dan kelebihan kurir ini perlu diperhatikan. Sebagai penjual online di dua platform besar Tokopedia dan Shopee, Sicepat sangat membantu selain kecepatan transparansi pengelolaan dana sangat baik. Namun, kekurangan kurir Sicepat adalah belum banyaknya mitra counter (agen Sicepat) disemua wilayah Indonesia.

Tips Berjualan COD di Facebook Marketplace agar bisa laris manis

Perlu diperhatikan COD ( Cash On Delivery) merupakan metode jualan online yang baru di Indonesia. Walaupun secara praktek metode ini sudah dilakukan terlebih dahulu sebelum maraknya Online Store di Indonesia. Banyak kesalahan pengertian di masyarakat Indonesia, bahwa sistem COD merupakan keharusan penjual (pemilik toko online/individu) melakukan transaksi jual dan beli untuk bertemu secara langsung dan melakukan deal ataupun nego harga. Sebaiknya baca tips berikut, tips ini sudah dipraktekan langsung oleh penulis untuk berjualan di Facebook Marketplace dengan sistem Cash On Delivery.

1. Jangan menggunakan judul produk yang mengandung brand resmi dari sebuah perusahaan agar tidak diblokir oleh pihak Facebook. Tetap menyamarkan nama produk resmi dengan pemotongan kalimat ataupun tidak sama sekali.

2. Menaikan harga (markup pricing) produk hingga 10 sampai 20 persen dari harga normal produk, namun menaikkan harga merupakan pilihan opsional dari setiap toko atau individu penjual.

3. Memberikan opsi gratis ongkos kirim (ongkir) pada setiap produk yang dijual. Namun, kamu boleh menaikkan harga produk lebih tinggi dari poin kedua sebagai pengganti ongkos kirim produk mu dengan membebankan pada kenaikan harga produk tersebut.

4. Menyesuaikan pasar adalah pilihan terbaik untuk tetap konsisten dalam menggeluti profesi sebagai pemilik toko online. Kamu bisa memilih produk sesuai dengan jenis kelamin, usia, dan juga kondisi keuangan pembeli.

5. Memilih wilayah atau kota untuk berjualan, sebagai contoh penulis berjualan untuk produk kategori sepatu wanita dengan mengunakan toko helo shoes di Tokopedia. Pemilihan wilayah jual lebih berfokus pada wilayah Jabodetabek jika menggunakan Facebook Marketplace. Sedangkan jika menggunakan Tokopedia toko helo shoes lebih kepada semua wilayah di Indonesia, hal tersebut kerana didukung dengan sistem yang dibangun oleh Pt. Tokopedia

Dengan pertimbangan diatas semoga bisa membantu membantu kamu dalam memahami sistem jualan online dengan pembayaran Cash On Delivery (COD). Tentunya pertimbangan tersebut harus kamu pikirkan secara matang dan memikirkan resiko, tulisan ini untuk kamu yang memiliki produk sendiri ataupun dropship yang sudah memiliki stok sendiri. Namun, untuk kamu yang masih menjadi reseller ataupun dropship yang tidak memiliki stok sendiri, kamu tetap bisa menggunakan cara jualan COD di Facebook jika kamu bisa kerjasama dengan pihak supplier dropship kamu.

Dengan demikian, kamu bisa memiliki toko online COD dan bisa melakukan transaksi COD dengan menggunakan pihak ketiga.Penulis akan sering menulis tips serta trik berjualan di Facebook maupun pihak ketiga lainnya di website Kepoingue.com, tentunya tulisan tersebut akan sesuai dengan pengalaman penulis sendiri. Penggunaan pihak ketiga, adalah pilihan tersendiri dan resiko akan ditanggung sendiri oleh pembaca, bijak dalam memilih platform merupakan salah satu kunci laris manis berjualan online, apalagi menggunakan cara jualan online COD di Facebook.

Penulis: Caca Helo Shoes