Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aku menuliskan namamu berkali-kali. Dengan riuh gemuruhnya air sungai yang tak t...


Aku menuliskan namamu berkali-kali.
Dengan riuh gemuruhnya air sungai yang
tak tenang. Seperti klakson kendaraan
yang tidak pernah lengang. Padat
merayap, seperti kemilau lampu kota
yang dilihat dari ketinggian.

Sedang kau di sana menganggap aku
seperti sesuatu yang tenang. Setenang
daun jatuh diterpa angin, setenang
kolam yang tak pernah diisi ikan,
setenang ketika kau mencium aroma
kopi di kedai kesukaanmu.

Sayang, apa kabar hari ini?

Kau tak pernah diam di kepalaku.
Aku selalu diam di kepalamu.

Sayang, apa kabar hari ini?

Hingga akhirnya, semuanya bermuara
pada satu pertanyaan;

Sayang, masihkah hatimu kugenggam?

by: Alphalyra
#poetry #photography #phosphenous



Source