Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sumber-sumber Hukum Hak Kekayaan intelektual Indonesia

Hak Kekayaan Intelektual, disingkat “HKI” atau akronim “HaKI”, adalah
padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR),
yakni hak yang timbul bagi hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau
proses yang berguna untuk manusia.

Dasar hukum hak kekayaan intelektual di Indonesia

Pada intinya HKI adalah hak untuk
menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual.Objek yang
diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan
intelektual manusia

Jenis Hak Kekayaan Intelektual Dan Dasar Hukumnya

1. Undang-Undang N0. 19/2002 diganti oleh UU No. 28/2014 Tentang Hak 
Cipta

Hak Cipta. adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk
mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu
dengan tidak mengurangi pembatasan menurut Peraturan Perundang-undangan
yang berlaku

Pencipta, adalah seorang atau bebetapa orang yang secara bersama-sama yang
atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran,
imajinasi, kecekatan, keterampilan, dan keahlian yang dituangkan dalam bentuk
yang khas dan bersifat pribadi

Perlindungan Hak Cipta. Perlindungan terhadap suatu ciptaan timbul secara
otomatis sejak ciptaan itu diwujudkan dalam bentuk nyata.

Pendaftaran ciptaan
tidak merupakan suatu kewajiban untuk mendapatkan hak cipta. Namun demikian,
pencipta maupun pemegang hak cipta yang mendaftarkan ciptaannya akan
mendapat surat pendaftaran ciptaan yang dapat dijadikan sebagai alat bukti awal
di Pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari terhadap ciptaan tersebut.
Ciptaan Yang Dilindungi, ialah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni,
dan sastra

2. Undang-Undang No. 14 Tahun 2001 Tentang Paten

Paten : Adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas
hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu
melaksanakan sendiri invensinya tersebut kepada pihak lain untuk
melaksanakannya

Invensi : Adalah ide inventor yang dituangkan kedalam suatu kegiatan
pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atau
proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.
Inventor Dan Pemegang Paten

Inventor : Adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara
bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang
menghasilkan invensi

Pemegang Paten : Adalah inventor sebagai pemilik paten atau piha yang
menerima hak tersebut dari pemilik paten atau pihak lain yang menerima lebih
lanjut hak tersebut, yang terdaftar dalam daftar umum paten

Jangka Waktu Perlundungan Paten : Paten diberikan perlindungan untuk
jangka waktu 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tanggal penerimaan dan jangka
waktu itu tidak dapat diperpanjang

3. Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek

Merek : Adalah suatu tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf,
angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang
memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan atau jasa

Merek Dagang : Adalah merek yang digunakan pada barang yang
diperdagangkan oleh seseorang atau bebeapa orang secara bersama-sama atau
badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya

Merek Jasa : Adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh
seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk
membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya

Merek Kolektif : Adalah merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa
dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau
badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau
jasa sejenis lainnya

Jangka Waktu Perlindungan Merek : Merek terdaftar mendapat perlindungan
hukum untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan dapat diperpanjang untuk
jangka waktu yang sama 10 (sepuluh) tahun.

Perlindungan merek terdaftar selama 10 (sepuluh) tahun tersebut berlaku surut sejak tanggal penerimaan permohonan
merek yang bersangkutan.
4. Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri

Desain Industri : Adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau
komposisi garis atau warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga
dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan

dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan
suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan

Jangka Waktu Perlindungan :
Perlindungan terhadap Hak Desain Industri diberikan untuk jangka waktu
10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal penerimaan

Tanggal mulai berlakunya jangka waktu perlindungan sebagaimana
dimaksud dicatat dalam Daftar Umum Desain Industri dan diumumkan
dalam Berita Resmi Desain Industri

5. Undang-Undang No. 32 Tahun 20000 Tentang Desain Tata Letak 
Sirkuit Terpadu

Jangka Waktu Perlindungan Desain Industri
Hak Desain Tata Letak Sirkit Terpadu : Adalah hak eksklusif yang
diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada Pendesain atau hasil

kreasinya, untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau
memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan hak
tersebut

Desain Tata Letak : Adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga
dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen
tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam
satu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan
untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu.

Sirkuit Terpadu : Adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah
jadi, yang didalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya
satu dari elemen tersebut adalah bersifat aktif, yang sebagian atau
seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah
bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi
elektronik.

Perlindungan terhadap Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu diberikan
kepada pemegang hak sejak pertama kali Desain tersebut dieksploitasi
secara komersial dimanapun, atau sejak tanggal penerimaan

Dalam hal Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu telah dieksploitasi secara
komersial, permohonan harus dilakukan paling lama 2 (dua) tahun terhitung
sejak tanggal pertama kali dioeksploitasi

Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan selama 10
(sepuluh) tahun

Tanggal mulai berlakunya perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) dicaatat dalam Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan
diumumkan dalam Berita Resmi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

6. Undang-Undang N0. 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang

Rahasia Dagang : Adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di
bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna
dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia
Dagang.

Lingkup Rahasia Dagang : Meliputi metode produksi, metode
pengolahan, metode penjualan, atau informasi lain di bidang teknologi
dan/atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui oleh
masyarakat

Perlindungan Rahasia Dagang : Rahasia Dagang mendapat perlindungan
apabila informasi tersebut bersifat rahasia, mempunyai nilai ekonomi, dan
dijaga kerahasiaannya melalui upaya sebagaimana mestinya. Informasi
dianggap rahasia apabila informasi tersebut hanya diketahui oleh pihak
tettentu atau tidak diketahui secara umum oleh masyarakat

7. Indikasi Geografis Dan Indikasi Asal

Indikasi Geografis : Diatu dalam UU No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek
Pasal 56 sd 58. Yaitu Suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu
barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam,
faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri
dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan

Indikasi Asal : Diatur dalam Pasal 59 d 60 UU No. 15 Tahun 2001 Tentang
Merek. Pasal 59 s.d 60.Yaitu suatu tanda yang memenuhi ketentuan tanda
indikasi geografis yang tidak diftarkan atau semata-mata menunjukkan asal
suatu barang atau jasa.