Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Startegi pengembangan organisasi PMII di kampus umum

Dalam sebuah organisasi, hal yang terpenting selain administrasi adalah pengkaderan. PMII merupakan organisasi kemahasiwaan dengan bentuk organisasi pengkaderan yang orientasi gerakannya di ranah kemahasiswaan

Startegi organisasi PMII
Organisasi pengkaderan tentunya dituntut untuk memiliki kader dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi. Kualitas dan kuantitas dapat terpenuhi apabila sistem pengkaderan organisasi berjalan maksimal dan menyesuaikan dengan locus dan tempos

Pertama, Lokus  artinya tempat, organisasi dapat tumbuh subur apabila bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Apabila PMII ingin berkembang dan tumbuh subur haruslah bisa menganalisis dimana ia berada. Tumbuhan yang ditanam ditanah atau dipasir tentu akan tumbuh subur jika kita mengetahui cara memperlakukanya, singkatnya perlakuannya berbeda

Perguruan Tinggi kalau kita analisis, apabila ditinjau berdasarkan isinya yaitu: Perguruan Tinggi umum dan Perguruan Tinggi Khusus (Agama).  Strategi pengembangan PMII di Perguruan Tinggi umum dan perguruan tinggi agama itu jauh berbeda. PMII akan lebih mudah berkembang pesat di Perguruan Tinggi Agama (Islam) karena mempunyai corak atau background yang sama

Berbeda halnya dengan Perguruan Tingi Umum, PMII harus beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan kampus yang ada. Mahasiswa/i di Perguruan Tinggi Umum bisa dikatakan sulit ataupun mudah. Dapat dikatakan sulit kalau mahasiswa/I nya acuh tak acuh terhadap ilmu agama seperti sodorkan seafood kepada orang yang alergi terhadap seafood, sedangkan dikatakan dikatakan mudah apabila mahasiswa/I merasa haus dan rasa ingin tahu akan ilmu agama, layaknya orang yang lapar. Kehausan  dan rasa ingin tahu ini yang mendorong mereka untuk mencari suatu wadah yang disebut organisasi

Kedua, tempos artinya waktu. Apapun produk jika ingin terus eksis di pasar, haruslah menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Organisasi yang hebat adalah organisasi yang terus berinovasi menopang perkembangan zaman. Jikalau tidak bisa berubah dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, organisasi tersebut akan mati dan tersingkirkan secara perlahan.

Pemikiran Piere Bourdieu, seorang filsuf dengan sosiologi kritisnya, terdapat dua konsep yang saling berpengaruh dalam perkembangan individu dan masyarakat juga dapat kita pakai untuk menjelaskan pengaruh antara individu dan organisasi. Internalisasi Eksternal dan Eksternalisasi Internal

Internalisasi Eksternal, sederhananya merupakan pengaruh hal yang dari berasal dari luar individu (eksternal) yang turut berpengaruh terhadap perilaku, karakter atau psikologis dari individu. Pengaruh organisasi dalam hal ini harus kuat agar dapat mempengaruhi banyak individu sesuai dengan cita-cita organisasi. PMII sebagai suatu wadah ekternal kampus harus bisa menciptakan pengaruh yang lebih kuat sehingga bisa mempengaruhi individu jangan sampai terbalik

Eksternalisasi Internal, dapat diartikan segala sesuatu yang berasal dari dalam individu, karakter maupun ide yang mempengaruhi segala sesuatu yang diluar dirinya termasuk organisasi. Pengaruh dari individu terhadap organisasi tidak selamanya baik dan tidak selamanya buruk

Dari kedua konsep diatas dapat kita tarik konklusi bahwa organisasi dan individu atau organisasi dan anggota organisasi merupakan kumpulan pengaruh yang saling menekan dan bahkan terjadi konflik pasif/ideologis. Segala ide yang dari luar tubuh PMII tidak selama buruk dan tidak selamanya baik. Perlu adanya standar atau filter, paling tidak pengaruh organisasi harus lebih kuat daripada pengaruh individu

Pengkaderan dalam PMII bukan hanya dianggap sebatas mengumpulkan buah dalam satu mangkuk atau melihat kuantitas anggota, tetapi harus meningkatkan kualitas SDM yang baik. Loyalitas dan Militansi organisasi harus dipupuk dan ditingkatkan.
Maka dari itu diperlukan komunikasi yang baik, terjaga sebelum maupun setelah pengkaderan

PMII di kampus umum harus tampil berbeda, agar terus eksis dan menjadi pilihan mahasiswa/I mempunyai usaha yang berat dan harus mampu bersaing dengan organisasi nasionalis yang lebih banyak diminati dari pada organisasi Islam + Nasionalis

Di kampus umum PMII tidak hanya dilihat dari ideologinya saja, akan tetapi dilihat dari militansi dari pengkaderan anggotanya, kemudian bagaimana setiap kader/anggotanya dapat masuk dan bersaing ataupun menyusup di internal kampus.

Akan lebih beruntung ketika para kader/anggota bisa memegang/duduk di kursi internal kampus, hal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat perlengkapan organisasi dalam hal pengkaderan.
Selain hal diatas yang dapat mempengaruhi pengembangan PMII dikampus umum adalah pendekatan emosional dan Menciptakan kader yang kualitas.

Pendekatan emosional tidak secara langsung dapat untuk membuat ketertarikan individu untuk berproses di PMII. Begitupula dengan Penciptaan kader yang berkualitas, ini tidak secara langsung akan meningkatkan marwah organisasi. Ketika kader dari organisasi dianggap berkualitas, selain kader, nama organisasinya pun akan melambung tinggi dan eksistensi organisasi pun akan diperhitungkan

Ditulis oleh : Rusli Rinaldi ( PMII KOMNIVPAM )