Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makalah pengertian asal usul, macam-macam,tujuan dan fungsi agama

Pengertian Agama
Ada dua cara pendekatan untuk menjelaskan pengertian agama, yaitu pendekatan etimologis dan terminologis. Secara etimologis kata agama berasal dari kata ad - din dan religi, ada pula yang mengertikan bahwa agama dari bahasa Sanskerta, a dan Gama. A artinya tidak sedangkan Gama artinya pergi.

Makalah ilmu hadis Fungsi dan macam-macam agama

Maka agama berarti tidak pergi, tetap ditempat, langgeng, diwariskan secara turun temurun (Manaf, 1996). Pemaknaan demikian terjadi karena memang agama mempunyai sifat demikian, Harun nasution menyebutkan bahwa agama berarti teks atau kitab suci, dan agama memang memiliki kitab - kitab suci.

Endang Saefuddin Anshari (1982) mengatakan bahwa agama dalam bahasa Arab berarti "Addin" Yang artinya kepatuhan, kekuasaan, atau kecenderungan. Agama juga berasal dari gabungan "a" Yang artinya tidak dan "Gama" Artinya kacau. Jadi agama artinya tidak kacau (teratur). Agama juga merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, "religion" Atau religi yang artinya kepercayaan dan penyembahan tuhan.
Demikian juga, darajat (1991) dan Rohisan Anwar dkk (2009) mengatakan bahwa agama ditinjau dari kata ad - din, yang dalam bahasa Semit berarti undang - undang atau hukum, dan dalam bahasa Arab ad -din bermakna menguasai menundukkan, patuh, utang dan balasan.
Menurut Quraish (1986) kata ad - din dalam bahasa Arab terdiri dari huruf dal, ya, dan nun. Dari huruf - huruf ini bisa dibaca dengan dain yang berarti hutang, dan dengan din yang mengandung arti agama menguasai, menundukkan, patuh, kebiasaan dan hari kiamat. Ketiga arti tersebut sama - sama menunjukan adanya dua pihak yang berbeda. Pihak pertama berkedudukan lebih tinggi, berkuasa, ditakuti, dan disegani oleh pihak kedua. Dalam agama, tuhan adalah sebagai pihak yang pertama yang lebih daripada manusia.

Unsur - unsur penting yang terdapat dalam agama yaitu sebagai berikut:
Kekuatan ghaib, menusia merasa dirinya lemah dan berhajat (membutuhkan) pada kekuatan ghaib itu sebagai tempat minta tolong. Oleh karena itu manusia merasa harus mengadakan hubungan baik dengan kekuatan ghaib tersebut. Hubungan baik ini dapat diwujudkan dengan mematuhi pemerintah dan larangan kekuatan ghaib itu.

Keyakinan manusia bahwa kesejahteraannya didunia ini dan hidupnya diakhirat tergantung pada adanya hubungan baik dengan kekuatan ghaib yang dimaksud. Dengan hilangnya hubungan baik itu, kesejahteraan dan kebahagiaan yang dicari akan hilang pula.
Respont yang bersifat emosional dari manusia. Respont itu bisa mengambil bentuk perasaan takut,  atau cinta, yang selanjutnya respont tersebut mengambil bentuk cara hidup tertentu bagi orang yang bersangkutan.
Paham adanya yang kudus dan suci, dalam bentuk kekuatan ghaib, dalam bentuk kitab yang mengandung ajaran - ajaran agama bersangkutan dan dalam bentuk tempat - tempat tertentu.

Secara terminologi agama, Endang saifuddin Anshari memformulasikan bahwa agama, religi dan din adalah sistem credo (tata keimanan dan tata keyakinan) atas adanya sesuatu yang mutlak diluar manusia dan satu sistem Ritus (tata cara peribadatan) manusia kepada yang dianggap yang mutlak. Secara sistem norma (cara kaidah) yang mangatur hubungan manusia dengan alam lainnya, sesuai dan sejalan dengan tata keimanan dan tata peribadatan.

Berdasarkan pengertian tersebut maka agama dan religi memiliki empat unsur penting yaitu:
Sistem tata keimanan dan tata keyakinan. Adanya sesuatu yang mutlak diluar manusia, yaitu yang Agung.

Sistem tata cara peribadatan manusia terhadap yang mutlak diluar manusia yang Agung.

Sistem atau tata kaidah/doktrin, sehingga muncul balasan berupa kebahagiaan bagi yang berbuat baik dan jujur, dan tata cara yang kesengsaraan bagi yang berbuat buruk dan jahat.
Sistem norma adalah tata cara yang mengatur hubungan manusia dengan alam lain dan sejalan dengan tata cara keimanan dan tata cara peribadatan dimaksud.
Prof Dr Ahmad tafsir, mendefinisikan agama sebagai peraturan tentang tata cara hidup lahir batin. Ada pun agama segi istilah / etimologis, Abudin Nata mengutip pendapat K.Nothingham dalam buku agama dan masyarakat berpendapat bahwa agama adalah gejala yang begitu sering terdapat dimana - mana sehingga sedikit usaha - usaha kita untuk membuat abstraksi ilmiah.

Menurut Betty R. Scharff  mendefinisikan agama sebagai kepercayaan terhadap adanya wujud - wujud spritual. Berbeda dengan Taylor menyebutkan bahwa agama, dimana pun, merupakan ekspresi suatu bentuk ketergantungan pada kekuatan diluar diri kita sendiri. Yakni kekuatan yang dapat kita katakan sebagai kekuatan spritual atau kekuatan moral.

Bagi Durkhien agama adalah sistem yang menyatu mengenai berbagai kepercayaan dan peribadatan yang berkaitan dengan benda - benda sacral kepercayaan dan peribadatan. Sedangkan menurut Yanger, ahli sosiologi Amerika dengan definisi fungsionalnya, mengatakan bahwa agama merupakan sistem kepercayaan dan peribadatan yang digunakan oleh berbagai bangsa dalam kehidupan manusia. Agama merupakan keengganan untuk menyerah kepada kematian, menyerah dalam menghadapi frustasi, dan untuk menumbuhkan rasa permusuhan terhadap penghancuran ikatan - ikatan kemanusiaan.

Untuk menyimpulkan dari berbagai definisi tentang pengertian agama yang membuat sementara para ahli dianggap sebagai definisi yang paling lengkap. Definisi tersebut adalah sebagai berikut:
Agama adalah "suatu peraturan Tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal memegang aturan Tuhan itu dengan kehendaknya sendiri. Untuk mencapai kebahagiaan hidup didunia dan kehidupan diakhirat. (KH.Taib Abd Munir, 1986)

Jadi dalam pengertian terakhir ini secara eksplisit ditegaskan bahwa agama adalah  aturan Tuhan, yang ditujukan bagi manusia. Karena manusialah yang dianugrahi akal. Akal yang dapat menerima peraturan - peraturan Tuhan yang akal membawa manusia kepada kebaikan, keselamatan dan kebahagiaan didunia dan diakhirat.





B. Asal usul agama
Asal usul agama didunia ini bisa sampaikan melalui beberapa teori sebagai berikut:

1. Teori jiwa
Edwar Burnett Taylor (1872) mengatakan bahwa asal mula religi adalah bersamaan dengan adanya kesadaran pada manusia akan adanya roh atau jiwa. Mereka memahami adanya mimpi dan kematian, yang mengantarkan mereka sampai pada pengertian bahwa kedua peristiwa itu, mimpi dan kematian adalah bentuk pemisahan antara roh dan tubuh kasar.
Beals dan Hoijer mengatakan bahwa ada perbedaan antara pengertian roh dan makhluk halus, roh adalah bagian halus dari setiap makhluk yang mampu hidup terus sekalipun jasadnya telah mati, sedangkan makhluk halus sejak terjadinya sejak terjadi adalah seperti itu, contohnya pero, mambang, dewa - dewi, yang di anggap berkuasa.

2. Teori Batas Akal
James G. Frazer, mengatakan bahwa manusia memecahkan persoalan - persoalan hidupnya dengan akal dan sistem pengetahuannya. Akan tetapi, akal dan sistem pengetahuan ada batasnya.  Teori batas akal ialah suatu teori yang menyatakan bahwa terjadinya agama disebabkan manusia mengalami gejala yang tidak dapat diterangkan oleh akalnya. Semakin meluas perkembangan ilmu dan tekhnologi, makin maju kebudayaan manusia makan makin luas batas akal. Banyak persoalan hidup yang tidak dapat dipecahkan oleh akal sehingga dioecahkan dengan magic dan ilmu ghaib.
R. First mengemukakan antara magic dan religi. Magic adalah serangkaian perbuatan manusia untuk mengontrol alam semesta, sedangkan religi adalah respon manusia terhadap kebutuhan dan konsepsi yang tersusun mengenai alam semesta dan sebagai mekanisme dalam rangka mengatasi kegagalan yang timbul akibat ketidak mampuan manusia untuk meramalkan dan memahami kejadian alam.

3. Teori krisis dalam individu
Teori ini disebut juga masa krisis dalam individu yang dikemukakan oleh M. Crawley  dalam bukunya the true of life (1905) yang menyebutkan bahwa kelakuan keagamaan manusia itu terjadi untuk menghadapi krisis - krisis yang ada dalam kehidupan manusia itu sendiri dan diuraikan secara luas oleh A. Van Gennep dalam bukunya rites de Passage (1910).

4. Teori kekuatan luar biasa
R.R marett. Mengatakan bahwa agama dan sikap religi dari manusia terjadi karena adanya kejadian luar biasa yang menimpa hidup manusia. Kejadian luar biasa ini terdapat dilingkungan sekeliling. Marett mengkritik pendapat Edward B. Taylor yang mengatakan bahwa timbulnya agama karena adanya kesadaran pada manusia terhadap adanya jiwa. Menurut marret kesadaran seperti itu terlalu rumit dan terlalu kompleks bagi ukuran pikiran manusia yang baru saja ada pada kehidupan dimuka ini. Dan ia mengajukan teori baru katanya Bahwa pangkal dari segi segala kelakuan keagamaan pada manusia ditimbulkan oleh suatu perasaan seindah diri terhadap adanya gejala dan peristiwa yang dianggap luar biasa dalam kehidupan manusia.

5. Teori sentimen kemasyarakatan
Suatu teori yang mengatakan bahwa agama yang permulaan itu disebabkan adanya suatu getaran atau suatu emosi yang ditimbulkan dalam  jiwa manusia sebagai akibat dari pengaruh rasa kesatuan sebagai sesama warga masyarakat.
Dhurkhem mengemukakan teori dasar - dasar agama sebagai berikut:
Suatu kekuatan yang menyebabkan hidup dan bergerak didalam alam, melainkan karena sesuatu getaran jiwa, suatu emosi keagamaan, yang timbul dialam jiwa manusia dahulu, karena pengaruh sentimen kemasyarakatan.
Sentimen kemasyarakatan dalam batin manusia dahulu adalah berupa suatu kompleks perasaan yang mengandung rasa terikat, rasa berbakti, rasa cinta terhadap masyarakat itu sendiri yang merupakan lingkungan alam dunia tempat ia hidup.
Sentimen kemasyarakatan yang menyebabkan timbulnya emosi keagamaan yang merupakan pangkal dari segala kelakuan keagamaan manusia itu tidak selalu berkobar - kobar dalam alam batinnya.

Emosi keagamaan yang timbul karena rasa sentimen kemasyarakatan membutuhkan suatu objek turunan.
Objek keramat merupakan lambang masyarakat dengan benda atau binatang yang dikeramatkan,  objek keramat disebut juga totem. Totem adalah mengkongkritkan  prinsip totem dibelakangnya, prinsip totem adalah suatu kelompok tertentu didalam masyarakat berupa clan atau lainnya.
dari pendapat diatas dapat diambil kesimpulan dalam menentukan bantuk lahir dari suatu agama, yaitu :  objek keramat (sakral), tidak keramat (profan) dan totem.

6. Teori wahyu Tuhan
Andrew lang dari Inggris mengatakan bahwa kelakuan religius manusia - manusia terjadi karena mendapat wahyu atau semacam firman dari Tuhan dari seorang manusia pilihan. Dimana wahyu dari Allah SWT.  Diturunkan kepada para nabi dan rosul nya melalui malaikat Jibril (malaikat ruhul amin). Sebagai pembawa wahyu.

Selanjutnya agama dilihat dari sumbernya bisa dikelompokkan menjadi agama budaya dan agama samawi. Agama budaya adalah agama yang bersumber dari akal atau pemikiran manusia. Sedangkan agama samawi sering disebut juga sebagai agama langit, agama prophetis, yaitu agama yang berasal dari wahyu Allah kepada rosulnya untuk disampaikan kepada umat manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa yang termasuk dalam kelompok agama wahyu ini adalah agama Yahudi, nasrani, dan islam.  Namun dalam kenyataan yang sebenarnya islam adalah satu - satunya agama samawi.

Islam sebagai agama wahyu, dapat dilihat melalui wahyu Allah dalam ayat - ayat Al-Quran diantaranya:
اذ قال له ربه اسلم قل تسلمت لرب العالمين
Artinya: "ketika Tuhannya berfirman kepadanya: " Islamlah wahai dikau Ibrahim," Ibrahim menjawab: "aku telah berislam kepada Tuhan semesta alam." (QS.Al-Baqarah: 131)
وقال موس يا قوم ان كنتم امنتم  باالله فعليه توصلوا ان كنتم مسلين
Artinya: "Nabi Musa berkata kepada kaumnya: " Ya kaumku, bila kalian beriman kepada Allah, bertawakal dirilah kepada - Nya jika benar - benar kalian muslimin. " (QS.yunus: 84)
هو سما كم المسلمين   
Artinya: "Dia (Allah) telah menamai kamu semua sebagai orang - orang muslim dari dahulu." (QS.Al-Hajj: 78

Dari beberapa ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa islam adalah satu - satunya agama samawi (wahyu) yang bersumber dari Allah, zhat yang paling benar dan mengetahui kebenaran. Islam sebagai agama wahyu telah diturunkan oleh Allah kepada umatNya melalui nabi dan rosulNya, dari sejak nabi Adam sampai nabi terakhir kita yaitu nabi Muhammad SAW.

C. Penggolongan dan macam - macam agama
1. Penggolongan agama
Keberadaan agama - agama didunia ini tidak terlepas dari penggolongan dan pengelompokan yang mengklaim dari mereka adalah benar. Ada yang menggolongkan agama menjadi agama - agama besar dan agama - agama kecil, agama wahyu dan agama alam, agama konvensional dan agama modern, agak tinggi dan agama rendah, dan sebagainya.
Agama dapat dibedakan kedalam dua kelompok besar, yakni kelompok agama - agama tabi'in yang juga umum disebut dengan agama - agama bumi (din - al- ardhi). Agama filsafat (din - al filsafat), dan agama budaya (din al-thabi'i / natural religion) yang kelompok agama - agama samawi (agama langit) yang lazim diistilahkan dengan agama wahyu, agama profetik dan revealed religion. (Endang ashari: 1976) yang digolongkan kedalam kelompok agama - agama budaya ialah seperti Hindu, Budha, Shinto, Konfusianisme, Taoisme, Jainisme,Sikhisme, Zoroas terisme. Sedangkan yang umum dikatagorikan kedalam agama wahyu atau populer dengan sebutan abrahamic religion, ialah Yahudi, nasrani, dan islam.

Sedangkan kalo diliat dari segi kitab sucinya, agama dapat dibedakan kedalam dua kelompok besar yakni agama - agama yang memiliki kitab suci dan agama - agama yang memiliki kitab suci seprti islam dengan AlQuranya, Yahudi dengan tauratnya, dan Kristen dengan Injilnya. Sedangkan agama - agama yang tidak memiliki tuntunan semacam kitab suci adalah seperti Majusi dan manawiyah. Kelompok pertama disebut ahli kitab dan kelompok kedua tidak disebut ahli kitab.

Para ahli perbandingan agama membedakan agama kedalam empat jenis yaitu: Dinamisme, Animisme, pokuttiesme, dan monoteisme.
Dinamisme adalah agama yang mengandung kepercayaan kepada kekuatan ghaib dan misterius.
Animisme adalah berasal dari kata latin, anima yang berarti jiwa atau roh, kepercayaan ini mengajarkan bahwa tiap - tiap benda, bernyawa maupun tidak bernyawa, mempunyai roh.
Politisme adalah terdapat pertentangan tugas antara satu dewa dengan dewa yang lain. Dewa - dewa demikian tidak selamanya mengadakan kerjasama. Misalnya: dewa kemarau bisa bertentangan dengan dewa hujan. Karena itu, penganut politisme kalau mereka mau minta hujan, tidak cukup hanya meminta kepada dewa hujan. Tetapi juga harus berdoa kepada dewa kemarau. Agar dia jangan menghalangi dewa hujan. Tuhan, dalam paham politisme bisa bertambah dan berkurang.

Monoteisme adalah paham yang berkeyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan yang maha Esa, pencipta alam semesta, agama Tauhid, perbedaan dan keyakinan itu adalah bahwa Tuhan tidak lagi merupakan Tuhan nasional, tetapi Tuhan internasional, Tuhan semua bangsa didunia ini, bahkan Tuhan alam semesta. (Rabb al-alamin).tuhan dalam monoteisme adalah maha suci dan Tuhan menghendaki supaya manusia tetap suci. Manusia akan kembali kepada Tuhan, dan dapat kembali kesisi Tuhan hanya orang - larang yang suci. Dengan kata lain, agama monoteisme atau agama Tauhid dengan ajaran - ajarannya bermaksud untuk membina manusia yang berjiwa bersih dan berbudi pekerti luhur.

2. Macam - macam Agama
Menurut sumber, sifat dan tempatnya agama terbagi menjadi 3 macam dengan katagorinya yaitu:
Agama wahyu dan bukan wahyu. Agama wahyu adalah agama yang mengharuskan iman kepada Tuhan pemberi wahyu, kepada rosul penerima wahyu dan wahyu sebagai kitab sucinya, sedangkan agama bukan wahyu adalah sebaliknya.
Agama missionari dan bukan missionari
agama missionari adalah agama yang menurut ajarannya harus disebarkan kepada seluruh umat manusia didunia. Sedangkan agama bukan missonari sebaliknya harus disebarkan keseluruhan Ummat manusia.




Agama Ras geografi dan universal. Agama Ras geografi adalah agama yang timbul berdasarkan tempat geografisnya, contoh agama ini diantaranya Agama Arya Hindu, Buddha dan Zoroaster dimongolia. Agama universal adalah agama yang ajarannya ditujukan untuk seluruh umat manusia.
Sedangkan menurut sumbernya agama universal terbagi menjadi 2 macam dengan katagorinya yaitu:
Agama Alamsyah (natural Religions) yaitu agama yang timbul diantara manusia - manusia itu sendiri dan lingkungan dimana mereka hidup.

Agama samawi (Releaved religion) yaitu agama yang diwahyukan oleh Allah SWT. Agar menjadi petunjuk bagi Ummat manusia. Secara kongkrit agama samawi ada tiga yaitu agama Yahudi, agama Nasrani, dan agama Islam. Selain tiga agama itu dinamakan agama Alamiyah.  Untuk lebih jelas macam - macam agama Tersebut adalah sebagai berikut.

1. Agama hindu
Agama Hindu (Bahasa Sanskerta: Santana dharma "kebenaran abadi"), dan vaidika - Dharma (" Pengetahuan kebenaran"). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102SM sampai 1300SM dan merupakan agama tertua didunia yang masih bertahan hingga kini dan agama Hindu adalah agama terbesar didunia setelah agama Kristen.
Dalam agama Hindu ada lima keyakinan dan kpercayaan yang disebut dengan pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut yaitu:
Widhi Tattwa  percaya kepada Tuhan yang maha Esa dan segala aspeknya
Atma Tattwa percaya dengan adanya jiwa dalam setiap mahkluk
Karmaphala Tattwa percaya adanya hukum sebab - akibat tiap perbuatan
Punarbhawa Tattwa percaya dengan adanya proses kelahiran kembali
Moksa Tattwa percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia.

Widhi Tattwa omkara. Aksara suci bagi umat Hindu yang melambangkan "Brahmana"
Atau "Tuhan sang Pencipta" Dan kitab agama Hindu adalah Weda.

2. Agama Buddha
Agama Buddha (Bahasa Sanskerta) brarti mereka yang sadar, yang mencapai pencerahan sejati. Dari perkataan Sanskerta: "Budh", untuk mengetahui. merupakan gelar kepada individu yang menyadari potensi penuh mereka untuk memajukan diri dan yang berkembang kesadarannya.
Tiga jenis golongan Buddha adalah Samma Sambuddha yang mendapat kesadaran penuh tanpa guru, hanya dengan usaha sendiri pecceka Buddha atau pratyeka Buddha yang menyerupai Samma Sambuddha, terapi senantiasa diam dan menyimpan pencapaian dharma pada diri sendiri.

Kitab Suci agama Buddha adalah Tripitaka.
 Vinaya pittaka, isinya aturan - aturan sangha untuk biksu atau biksuni.
Sutra pittaka, isinya tentang wacana - wacana Buddha.
Abhidharma pittaka, isinya tentang penjelasan sistematis atau ilmu pengetahuan dari Budha.

3. Agama Kristen Katolik
Kata Katolik bermakna "universal" Atau "keseluruhan" Atau "umum". Dari bahasa Yunani (kataholikos) yang menggambarkan sifat gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus. gereja Katolik bahwa Yesus Kristen menginstitusikan tujuh sakramen, tidak lebih dan tidak kurang. Baik menurut Kitab Suci maupun tradisi suci dan sejarah gereja.

4. Agama Kristen Protestan
Protestan adalah sebuah Mazhab dalam agama Kristen. Mazhab ini muncul setalah protes Martin Luther pada tahun 1517 dengan 95 dalilnya. Kata Protestan diaplikasikan kepada umat Kristen yang menolak ajaran maupun Otoritas Gereja Katolik.

5. Agama Kong Hu cu
Ajaran Kong hu cu, istilah aslinya adalah Rujio yang berarti agama dari orang - orang yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur. Agama Konghucu juga mengajarkan tentang bagaimana hubungan antar sesama manusia atau disebut "Ren Dao" Dan bagaiman kita melakukan hubungan dengan sang Khalik yang disebut dengan istilah "Tian" Atau "Sangha Di".
Menetap kan sishu wujing sebagai kitab suci resmi yang berisi: kitab Sanjak suci (shi jung), kitab dokumen sejarah (Shu jing), kitab Wahyu perubahan (yi jing), kitab suci kesusilaan (Lu jing) dan kitab Chun qiu (Chunqiu jing).

6. Agama Islam
Islam adalah agama yang mengimani suatu Tuhan (monoteusme), yaitu Allah SWT. Kata islam merupakan pernyataan kata nama yang berasal dari akar triliteral salama, dan didapat dari tata bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud untuk menerima menyerah atau tundukan patuh. Selamat sentosa dan sejahtera. Dengan demikian islam berarti penerimaan dan penundukan dan kepatuhan kepada Tuhan.
Kepercayaan dasar islam dapat ditemukan pada dua kalimat shadatain (dua kalimat persaksian.

Kaum muslimin percaya bahwa Allah mewahyukan alQuran kepda nabi Muhammad SAW. Sebagai para nabi Allah, dan menganggap bahwa al-quran dan sunnah sebagai sumber pokok islam. Al-Quran adalah kitab suci umat islam yang diwahyukan Allah kepada Muhammad melalui perantara malaikat Jibril. Secara kholifah al-quran berarti bacaan.

D. Fungsi dan tujuan agama
Menurut Abbudin Nata sekurang kurangnya ada tiga alasan perlunya manusia beragama.

1. Latar belakang fitrah manusia, kenyataan bahwa manusia memiliki fitrah keagamaan tersebut buat pertama kali ditegaskan dalam ajaran Islam, yakni bahwa agama adalah kebutuhan manusia
Dengan demikian potensi beragama merupakan  satu sarana yang sudah dimiliki manusia sejak lahir, termasuk juga bakat (bawaan) dan naluri kewahyuan.

2. Alasan lain mengapa manusia perlu beragama menurut Abbudin Nata adalah kelemahan manusia dan kekurangan manusia.

3. Adanya tantangan manusia. Manusia dalam kehidupannya senantiasa menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari luar. Tantangan dari dalam berupa dorongan hawa nafsu dan bisikan syaitan, sedangkan tantang dari luar berupa rekayasa dan upaya - upaya yang dilakukan manusia secara sengaja berupa memalingkan manusia dari Tuhan.
Ditinjau dari segi tujuannya, agama berfungi untuk membimbing umay manusia agar hidup tenang dan bahagia didunia dan diakhirat. Agama, dalam ruang lingkup kajiannya, adalah alam metafisik, sumber ajaran agama berasal dari Tuhan, dan ukuran agama adalah mukmin dan kafir yang bersifat subyektif.

Menurut murtada  muthari (1992) ada tiga bagian pengaruh dan manfaat keyakinan keagamaan terhadap manusia
Agama akan memberikan manfaat untuk memperoleh kebahagiaan dan kesejahteraan.
Agama berfungi dalam nempererat hubungan - hubungan sosial dan kemasyarakatan.
Berfungsi sebagai penawar bagi tekanan jiwa.